KAYA belum tentu bahagia, MISKIN apalagi..
.
Tulisan ini berawal dari cuitan dosen saya, bahwa banyaknya DUIT/UANG bukan penentu seseorang akan bahagia..
.
Timbul pertanyaan dlm hati "Terus dimana letak kebahagiaan nya?"
.
Memang, sekaliber CEO hyundai pun yg gajinya per hari bisa beli tanah di daerah jawa, matinya bunuh diri loncat dari lantai 12 kantor pribadinya
.
Terus dimana letak kebahagiaannya? *bawel
---
Ternyata ada di "KEBERKAHAN"..
.
Berkah artinya kebaikan yg banyak atau lebih. Ketika kita punya harta, waktu, ilmu bisa dibagi, dan dikali untuk pribadi atau pun luar diri (baca: orang lain)
.
Ada 3 Keberkahan yg saya tulis...
1. Uang/harta, ketika jumlahnya ditangan pas2an tapi bisa dibagikan kesemua lini
Bisa untuk sedekah ke pribadi, keluarga, orang lain, investasi dunia dan akhirat..
2. Waktu yg cukup, digunain untuk ibadah, bantu orang, belajar / mengajar, dan kumpul keluarga / silaturahim
3. Ilmu, yg ada untuk diamalkan, dibagikan, dijadikan bahan muhasabah, dan wasilah untuk "jannah" / surga
Ini yg saya sebut Keberkahan harta, waktu, dan ilmu
---
Sisi kontras nya..
.
Ada yg punya segudang duit, tapi ga bisa nikmatin hasilnya, alur duitnya dipakai hanya untuk biaya masuk keluar rumah sakit, makan ini itu gabisa karna ada penyakit yg diderita
Padahal banyak duitnya..
.
Waktu, tapi dipakai untuk maksiat, jalan2 ga perlu, main sosmed berlebihan
Padahal ada waktunya, tapi ga buat dirinya berkembang
.
Ilmunya, dipakai untuk "ngibulin" orang, ga dibagikan, gak lurusin kebatilan
Padahal tau yg bener, tapi diem
---
Untuk bahan renungan, dan membuka wawasan kita, bahwa bukan "quantity" atau banyaknya materi penentu kebahagiaan
Tapi ada pada "KEBERKAHAN" nya, kebermanfaatannya, ke manajemennya
Kemana harta, waktu, ilmu kita digunakan, dan dikeluarkan?
.
Bermanfaat kah?
---
Dah ah anter dagangan dlu, biar berkah masa mudanya, wusss
😛
Aamiin
-Moulvi Muhammad Razi
#dahmalem #iyatau #ketikanmalam #penshareaja
.
Tulisan ini berawal dari cuitan dosen saya, bahwa banyaknya DUIT/UANG bukan penentu seseorang akan bahagia..
.
Timbul pertanyaan dlm hati "Terus dimana letak kebahagiaan nya?"
.
Memang, sekaliber CEO hyundai pun yg gajinya per hari bisa beli tanah di daerah jawa, matinya bunuh diri loncat dari lantai 12 kantor pribadinya
.
Terus dimana letak kebahagiaannya? *bawel
---
Ternyata ada di "KEBERKAHAN"..
.
Berkah artinya kebaikan yg banyak atau lebih. Ketika kita punya harta, waktu, ilmu bisa dibagi, dan dikali untuk pribadi atau pun luar diri (baca: orang lain)
.
Ada 3 Keberkahan yg saya tulis...
1. Uang/harta, ketika jumlahnya ditangan pas2an tapi bisa dibagikan kesemua lini
Bisa untuk sedekah ke pribadi, keluarga, orang lain, investasi dunia dan akhirat..
2. Waktu yg cukup, digunain untuk ibadah, bantu orang, belajar / mengajar, dan kumpul keluarga / silaturahim
3. Ilmu, yg ada untuk diamalkan, dibagikan, dijadikan bahan muhasabah, dan wasilah untuk "jannah" / surga
Ini yg saya sebut Keberkahan harta, waktu, dan ilmu
---
Sisi kontras nya..
.
Ada yg punya segudang duit, tapi ga bisa nikmatin hasilnya, alur duitnya dipakai hanya untuk biaya masuk keluar rumah sakit, makan ini itu gabisa karna ada penyakit yg diderita
Padahal banyak duitnya..
.
Waktu, tapi dipakai untuk maksiat, jalan2 ga perlu, main sosmed berlebihan
Padahal ada waktunya, tapi ga buat dirinya berkembang
.
Ilmunya, dipakai untuk "ngibulin" orang, ga dibagikan, gak lurusin kebatilan
Padahal tau yg bener, tapi diem
---
Untuk bahan renungan, dan membuka wawasan kita, bahwa bukan "quantity" atau banyaknya materi penentu kebahagiaan
Tapi ada pada "KEBERKAHAN" nya, kebermanfaatannya, ke manajemennya
Kemana harta, waktu, ilmu kita digunakan, dan dikeluarkan?
.
Bermanfaat kah?
---
Dah ah anter dagangan dlu, biar berkah masa mudanya, wusss
Aamiin
-Moulvi Muhammad Razi
#dahmalem #iyatau #ketikanmalam #penshareaja

Komentar
Posting Komentar